"... Menulis adalah Sebuah Keberanian" - Pramoedya Ananta Toer
Mungkin yang dikatakan beliau benar adanya. Bagi saya, menulis adalah sebuah keberanian. Butuh waktu yang banyak bagi saya untuk mengumpulkan beribu keberanian itu.
Sejujurnya, saya sudah memiliki niatan untuk menulis sejak dua tahun yang lalu. Karena ada banyak buah pikiran yang sayang kalau tidak diabadikan menjadi sebuah tulisan. Tapi, saya belum cukup berani untuk menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Saya masih takut jika tulisan saya dibaca banyak orang, saya masih takut jika tulisan saya tidak diterima oleh banyak orang, bahkan saya takut kalau-kalau nantinya tulisan saya dikritik atau dikomentari oleh orang lain.
Belum berhenti disitu, ketakutan yang lain muncul. Saya takut untuk memulai, saya takut mengawali tulisan dengan 'kata' apa, bahkan sekedar untuk mengawali tulisan dengan satu huruf 'a' dan 'b' saja saya takut. Dengan berbagai ketakutan-ketakutan tersebut, jelas tidak mudah bagi saya untuk memulainya, bukan?
Saya bertanya dalam hati, "Terus mau sampai kapan ketakutan ini menguasaimu?" Rasanya saya tidak boleh membiarkan ketakutan ini menghantui pikiran saya. Saya harus menulis, saya harus berani. Yang tidak berani tidak menang, orang-orang yang berani menguasai tiga perempat dunia. Demikian kata Kartini.
Belum berhenti disitu, ketakutan yang lain muncul. Saya takut untuk memulai, saya takut mengawali tulisan dengan 'kata' apa, bahkan sekedar untuk mengawali tulisan dengan satu huruf 'a' dan 'b' saja saya takut. Dengan berbagai ketakutan-ketakutan tersebut, jelas tidak mudah bagi saya untuk memulainya, bukan?
Saya bertanya dalam hati, "Terus mau sampai kapan ketakutan ini menguasaimu?" Rasanya saya tidak boleh membiarkan ketakutan ini menghantui pikiran saya. Saya harus menulis, saya harus berani. Yang tidak berani tidak menang, orang-orang yang berani menguasai tiga perempat dunia. Demikian kata Kartini.
Komentar
Posting Komentar