Masih Percaya Teori Konspirasi?

Ada video di Instagram yang baru-baru ini tengah viral beredar. Video tersebut membahas tentang design Masjid Al-Safar buatan Bapak Ridwan Kamil yang digadang-gadang terdapat simbol zionis di dalamnya. Katanya nih, di dalam masjid  yang terletak di Tol Cipularang ini terdapat segita tidak sempurna yang menyerupai Piramid Illuminati Mata Satu Dajjal. Melihat video tersebut, aku jadi teringat beberapa tahun silam saat aku masih percaya pada teori konspirasi semacam itu. Berikut kisahnya.

Jadi, awal mula aku mengenal teori konspirasi itu di tahun 2008/2009, tahun dimana aku mulai mengenal yang namanya internet. Konspirasi yang muncul pada waktu itu adalah Konspirasi Zionis. Konspirasi yang menyebarkan isu bahwa Yahudi akan menguasai 3/4 dunia. Konspiraisi macam ini yang paling marak beredar dan dipercayai oleh orang-orang pada tahun tersebut.

Saking marak dan saking dipercayainya, pada 2010 ketika aku masih duduk di bangku MTs, salah satu guru bahasa inggris di sekolahku selalu mempertontonkan video-video di YouTube tentang teori konspirasi ini. Mulai dari uang dollar Amerika yang terdapat simbol illuminati, music video Rihanna yang menjadi ikon Illuminati karena bernuansa papan catur, sampai Ahmad Dhani adalah musisi Indonesia yang menjadi Zionis. Alih-alih mengajar guruku ini malah mempertontonkan video yang gak ada nyambungnya sama mata pelajaran, duh. Bahkan dulu sempat beredar bahwa serial kesukaan sejuta anak, Upin & Ipin, adalah produk Yahudi untuk menghancurkan Islam, jann ono-ono wae.

Teori-teori macam ini sudah menjadi asupan tiap hari bagiku. Ditambah dengan hobi baru teman-teman yang gemar membeli buku semacam; Codex, Illuminati (1 2 dan 3) dan banyak buku-buku lainnya bernada sama. Semua orang seakan percaya dengan isu-isu yang dipaparkan di buku-buku atau di video—termasuk aku. Isu ini menanamkan ketakutan kalau-kalau Yahudi beneran menguasai 3/4 dunia, kalau-kalau nanti umat Islam bakal dijarah oleh kaum Yahudi dan segala ketakutan lainnya.

Akan tetapi, dengan berjalannya waktu, sampai pada detik ini, isu-isu yang aku dan mungkin sebagian orang lainnya percayai tidak terjadi bahkan tidak terbukti. Semua seakan hilang begitu saja seperti bau kentut. Tapi, baru tadi pagi lah aku mendengar teori konspirasi yang aku percaya pada 10 tahun silam muncul kembali. Kali ini yang menjadi bahan pembicaraan bukan Ahmad Dhani lagi yang sekarang sedang berhenti bernyanyi mendekam di balik jeruji. Tapi design Masjid Al-Safar buatan Ridwan Kamil yang menjadi buah bibir.

Melihat fenomena ini terjadi, aku jadi geleng-geleng kepala terheran-heran. Ternyata di era serba modern ini konspirasi semacam ini bisa muncul kembali dan masih ada aja orang yang percaya dengan isu macam begitu. Ckck. Lantas apa yang membuat orang masih percaya dengan teori konspirasi?

Ada banyak faktor mengapa orang masih mudah percaya dengan teori konspirasi. Pertama, karena Faktor Epistemik. Faktor ini berkaitan dengan keingintahuan seseorang untuk mempercayai sebuah teori konpirasi. Faktor ini juga menjelaskan bahawa sesorang dengan gampangnya percaya pada teori konspirasi karena kemampuan berpikir dan tingkat pengetahuan yang rendah.

Kedua, adanya Motivated Reasoning dan Confirmation Bias. Motivated Reasoning ini adalah cara berpikir yang bias terhadap apa yang dipercayai. Kemudian cara berpikir tersebut diikuti dengan Confirmation Bias, yaitu cara memilah bukti yang ada. Kita cenderung meyakini kebenaran segala pendapat yang mendukung pendapat kita, dan mengabaikan segala argumen yang berlawanan dengan keyakinan kita. Itulah dua faktor yang menurut hematku mengapa orang mudah percaya teori-teori konspirasi macam itu.

Sebenarnya kalau mau ditelisik lebih dalam lagi, arti dari Teori Konspirasi sendiri adalah teori yang merupakan tandingan dari Teori Ilmiah yang sudah teruji keilmiahannya oleh para ilmuan atau orang yang ahli dalam bidangnya. Jadi bisa dibilang teori konspirasi ini berkaitan dengan dugaan tanpa bukti yang berarti dugaan tersebut bisa benar atau bahkan bisa salah. Yaa meskipun banyak evidences, yang bilang kalau Masjid Al-Safar beneran mirip sama simbol illuminati tapi menurutku itu bukti yang kebetulan saja. Semacam cocoklogi begitu, tapi ya tetap saja buktinya ngga berdasar blass. Berangkat dari hal inilah, terkadang adanya teori konspirasi inilah yang menandakan kemalasan berfikir orang-orang pada masa sekarang.

Kalau sudah begini, apa yang bisa kita perbuat? Menurut hematku, seperti yang sempat dipaparkan oleh Bapak Mark Lorch dalam theconveration.com, yang bisa kita lakukan adalah dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang sebuah teori konspirasi yang kita dapat untuk mengujinya. Apakah hal tersebut benar atau hanya angin-anginan saja. Hal ini senada dengan perintah Allah pada Qs. 49:6, yang menyerukan kita untuk mengklarifikasi (tabayyun) kebenaran dari sesuatu, berupa info, berita atau isu, yang kita dapat.

Jadi, sampai disini, masih percaya dengan konspirasi wahyudi yahudi?

Komentar